
Penderitaan yang teramat berat kini harus dipikul oleh seorang anak perempuan tangguh bernama Intan Permata Sari. Bocah malang kelahiran 6 Oktober 2015 ini merupakan putri tercinta dari pasangan Bapak Arohman dan Ibu Siti Maimunah. Mereka adalah keluarga kecil yang berasal dari Desa Jagaraga, Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS). Di usianya yang baru menginjak 10 tahun, keceriaan Intan seketika direnggut oleh penyakit yang menyerang organ pencernaan di dalam tubuh mungilnya.
Intan didiagnosis menderita penyakit Hirschsprung Disease, sebuah kelainan langka yang menyebabkan usus besarnya membengkak. Akibat dari pembengkakan usus yang tidak berfungsi normal tersebut, perut Intan ikut membesar secara drastis hingga terlihat membuncit tegang dan keras. Setiap hari, bocah ini harus menahan rasa begah dan nyeri yang luar biasa di dalam perutnya akibat kotoran dan gas yang terperangkap. Kondisi fisik yang kian hari kian memprihatinkan ini membuat Intan tak lagi bisa beraktivitas layaknya anak-anak sehat seumurnya.
Awal mula badai ujian ini datang menghampiri kehidupan Intan sejak bulan Agustus 2025 yang lalu. Saat itu, Intan tiba-tiba didera rasa sakit perut yang hebat secara terus-menerus hingga membuatnya menangis kesakitan sepanjang hari. Karena panik melihat kondisi sang anak tak kunjung membaik, orang tuanya langsung membawa Intan ke rumah sakit daerah setempat. Namun, karena keterbatasan alat medis, rumah sakit daerah akhirnya segera merujuk Intan ke rumah sakit besar di Kota Palembang demi menyelamatkan nyawanya.
Pihak keluarga baru mengetahui secara pasti bahwa usus Intan membengkak parah setelah mereka menjalani serangkaian pemeriksaan intensif di rumah sakit Palembang. Berdasarkan penjelasan dari Bapak Arohman, dokter menyampaikan bahwa salah satu faktor pemicu yang memperparah kondisi kelainan usus ini adalah faktor pola makanan. Kini, Intan harus beradaptasi hidup dengan kantong pembuangan khusus yang menempel di dinding perutnya.

Hantaman penyakit ini seketika meruntuhkan roda perekonomian keluarga Bapak Arohman yang memang tergolong kurang mampu. Sehari-hari, Bapak Arohman hanya bekerja sebagai seorang buruh harian lepas dengan penghasilan kecil yang sama sekali tidak menentu. Sementara itu, Ibu Siti Maimunah adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang fokus menjaga Intan. Upah buruh harian yang tak seberapa itu tentu saja tidak akan pernah cukup untuk menutup biaya operasional berobat dan membeli kantong kolostomi yang mahal.

Selama menjalani masa pengobatan jangka panjang di palembango, keluarga kecil ini terpaksa harus bertahan hidup di salah satu rumah singgah khusus pasien. Mereka tidak mampu menyewa kamar kos atau penginapan komersial karena seluruh tabungan mereka sudah terkuras habis. Untuk memenuhi biaya operasional harian yang mendesak, Bapak Arohman saat ini hanya mengandalkan uluran bantuan uang ala kadarnya dari sanak keluarga di kampung. Kondisi serba keterbatasan ini membuat mereka seringkali kebingungan untuk membeli kebutuhan nutrisi khusus bagi Intan.
Akibat menderita sakit parah sejak tahun lalu, Intan dengan berat hati terpaksa harus menghentikan langkahnya mengejar cita-cita. Pendidikan Dik Intan kini terputus total dan ia terpaksa berhenti sekolah saat baru menduduki bangku kelas 4 SD di desanya. Sebagai seorang ayah, Bapak Arohman terus melangitkan doa dan berharap agar putri kecilnya bisa cepat sehat serta pulih kembali seperti sediakala. Harapan terbesarnya adalah bisa melihat Intan kembali tersenyum ceria, memakai seragam merah-putih, dan melanjutkan sekolahnya yang sempat tertunda.
Melalui halaman galang dana ini, Bapak Arohman mengetuk pintu hati para dermawan dan memohon uluran bantuan untuk pengobatan anaknya. Jika ada donatur yang berkenan membantu, Bapak Arohman dengan tulus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kebaikan tersebut. Beliau mendoakan semoga seluruh kebaikan dan bantuan dari para #OrangBaik senantiasa dibalas oleh Allah SWT dengan rezeki yang berlipat ganda serta keberkahan hidup. Mari kita bersama-sama patungan untuk meringankan beban operasional medis Dik Intan agar ia bisa sembuh total.
Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
