
Masa remaja yang seharusnya penuh tawa dan impian, kini berubah menjadi garis pertempuran yang menyiksa bagi Darlis yang tinggal di Sumatera Selatan. Remaja malang yang baru menginjak usia 16 tahun ini harus menerima kenyataan pahit divonis menderita tumor di area wajahnya.

Keceriaan masa mudanya seketika sirna, digantikan oleh bayang-bayang penyakit mematikan yang kian hari kian mengancam jiwanya.
Benjolan yang awalnya kecil kini telah membesar secara agresif hingga merusak sebagian struktur wajahnya. Rasa nyeri yang teramat hebat selalu datang menyerang tanpa kenal waktu, baik siang maupun malam hari. Darlis bahkan kini kesulitan untuk sekadar makan, minum, atau berbicara dengan jelas akibat hantaman tumor tersebut.

Sebelum penyakit ini menggerogoti tubuh ringkihnya, Darlis adalah sosok anak yang aktif dan memiliki masa depan yang masih sangat panjang. Namun sekarang, ia hanya bisa terbaring lemas tak berdaya di atas tempat tidur kamarnya. Segala aktivitas remaja seusianya terhenti total karena fisik Darlis kian hari kian melemah akibat keganasan tumor tersebut.

Di tengah badai ujian yang begitu menyiksa, beruntung ada keluarga tercinta yang dengan setia merawatnya setiap hari. Meskipun hati mereka hancur berkeping-keping melihat kondisi Darlis yang kian menyusut, mereka tetap bertahan dengan segala keterbatasan. Isak tangis lirih sering terdengar di dalam rumah saat melihat anak remaja mereka merintih menahan perih.
Biaya pengobatan kanker jangka panjang tentu bukanlah perkara yang mudah dan murah bagi keluarga prasejahtera ini. Seluruh tabungan yang mereka kumpulkan bertahun-tahun kini telah habis tak bersisa demi menebus obat-obatan luar. Mereka kini terjebak dalam kebingungan mendalam untuk memikirkan operasional bolak-balik ke rumah sakit.
Dalam tidurnya yang tak pernah nyenyak, Darlis seringkali meneteskan air mata menahan rasa sakit yang luar biasa. Ia tidak meminta banyak hal muluk, beliau hanya ingin bisa sembuh, kembali sehat seperti teman-teman sebayanya, dan melanjutkan sekolah demi mengejar cita-citanya. Ia ingin terbebas dari siksaan rasa sakit yang membakar wajahnya.
Sahabat dan #OrangBaik, perjuangan Darlis melawan sel tumor ini tidak akan sanggup ia pikul sendirian di usianya yang masih sangat muda. Ia sangat membutuhkan uluran tangan dan kedermawanan dari kita semua untuk bisa melanjutkan pengobatan medisnya. Sedikit kepedulian yang kita berikan adalah perpanjangan napas dan harapan baru bagi kesembuhannya.
Melalui halaman galang dana ini, mari kita bersama-sama menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu meringankan beban Darlis. Donasi dari Anda akan dialokasikan untuk operasional transportasi rumah sakit, obat penunjang, serta pemenuhan nutrisi layak selama masa penyembuhan. Mari temani perjuangan Darlis agar ia bisa kembali tersenyum dan menjemput masa depannya.
Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
