
Tak pernah disangka oleh Mariani yang berdomisili di Sumatera Selatan bahwa benjolan kecil yang sedikit di tubuhnya akan menjadi awal dari cobaan panjang. Ini dimulai Ketika ia berumur 8 tahun awalnya ia anggap sepele, hanya benjolan bisul biasa. Tapi lambat laun membesar, mengeras, dan mulai banyak tumbuh diseluruh tubuh. Hingga akhirnya, vonis dari dokter pun jatuh: tumor jinak atau Other benign neoplasm of.
Di usia 35 tahun, Mariani adalah sosok yang Tangguh, ia pernah bekerja sebagai ART namun karena penyakitnya itu ia tidak bisa bertahan dari pekerjaannya karena sang majikan tak tahan dan takut menular akan penyakitnya. Sakit yang makin parah ia tahan sendiri tak pernah mengeluh, hanya menunduk diam saat tubuhnya mulai menyerah.
Namun kini, ia benar-benar tak lagi mampu bekerja. Tubuhnya terlalu lemah, rasa nyeri itu terkadang tiba tanpa ia tahu.
Di rumah, ia berjuang dalam sunyi. Tak jarang, malam-malam dilalui dengan linangan air mata. Keluarga ini menangis dalam diam, bukan karena lemah, tapi karena begitu kuat memikul beban yang nyaris tak tertahankan.

Mariani telah menerima surat rujukan ke RSMH di Palembang. Namun apa gunanya surat itu jika terkendala biaya untuk transportasi, apalagi pengobatan lanjutan? Hari demi hari berlalu dengan doa yang terus dipanjatkan: agar ada secercah jalan, agar ada harapan untuk sembuh, dan agar bisa seperti orang-orang normal lainnya.

Biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan Nuri adalah 65 juta. yang akan digunakan sebagai biaya operasional, biaya obat, dan kebutuhan lainnya.
Sobat, mari kita bantu Mariani berobat dan operasi. Mari jadi bagian dari harapan mereka yang mulai redup dan mari kita bisa hadir—sebagai kekuatan, sebagai pelipur duka, sebagai penyambung asa.
Mariani pernah bercita-cita tubuhnya tidak ada bintik tumor agar bisa bekerja dan tidak dikucilkan orang-orang. Semoga jika diberi kesembuhan Mariani bisa melanjutkan niat baiknya tersebut.
Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
Belum ada donatur. Jadilah yang pertama!
